Selesaikan A = ε·l·c untuk absorbansi, absorptivitas molar, panjang lintasan atau konsentrasi, dengan %-transmitansi.
Absorbansi A = ε·l·c. Pilih besaran yang ingin dicari; %-transmitansi ditampilkan di samping melalui %T = 10^(−A)×100.
Tentang alat ini
Kalkulator Hukum Beer–Lambert adalah alat spektrofotometri gratis berbasis browser yang menghubungkan absorbansi sampel dengan konsentrasinya melalui A = ε·l·c. Pilih suku mana yang ingin dicari — absorbansi A, absorptivitas molar ε, panjang lintasan l, atau konsentrasi c — dan nilainya dihitung seketika saat Anda mengetik.
Secara konvensi absorbansi tak berdimensi, absorptivitas molar dalam M⁻¹·cm⁻¹ (L·mol⁻¹·cm⁻¹), panjang lintasan dalam sentimeter dan konsentrasi dalam mol/L (molar). Alat ini juga melaporkan persen transmitansi menggunakan %T = 10^(−A) × 100.
Semuanya berjalan lokal di browser Anda tanpa data yang meninggalkan perangkat, sehingga praktis untuk laporan lab, pemeriksaan kalibrasi dan tugas kuliah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Satuan apa yang menyertai setiap besaran?
Absorbansi A tak berdimensi, absorptivitas molar ε dalam M⁻¹·cm⁻¹ (L·mol⁻¹·cm⁻¹), panjang lintasan l dalam sentimeter, dan konsentrasi c dalam mol/L (molaritas).
Bagaimana transmitansi dihitung?
Absorbansi dan transmitansi terhubung melalui A = −log₁₀(T). Alat ini menampilkan persen transmitansi sebagai %T = 10^(−A) × 100, sehingga absorbansi 1 sesuai dengan transmitansi 10%.
Apakah hukum Beer–Lambert selalu akurat?
Hukum ini mengasumsikan sampel encer, homogen, tidak menghamburkan dan cahaya monokromatik. Pada konsentrasi tinggi atau dengan asosiasi kimia, absorbansi dapat menyimpang dari linearitas, jadi kalibrasikan dalam rentang yang tervalidasi.
Apa itu absorptivitas molar?
ε (disebut juga koefisien ekstinsi) adalah konstanta spesifik-panjang-gelombang untuk suatu zat yang menggambarkan seberapa kuat zat menyerap cahaya per satuan konsentrasi dan panjang lintasan; ε yang lebih besar berarti penyerapan lebih kuat.