UTILS.
100% di peramban
🏏

Kalkulator Statistik Batting & Bowling Kriket

Hitung batting average dan strike rate kriket, atau economy, average dan strike rate bowling dari over dalam notasi 6-bola, run dan wicket.

Masukkan run, bola yang dihadapi dan dismissal (kali out). Not-out dikecualikan dari dismissal.

Tentang alat ini

Kalkulator Statistik Batting & Bowling Kriket menghitung statistik inti yang mengukur performa seorang pemain kriket, dengan mode batting dan bowling terpisah. Dalam mode batting, alat mengembalikan batting average = run / dismissal (kali out) — not-out dikecualikan dari hitungan dismissal — dan batting strike rate = (run / bola yang dihadapi) × 100, run yang dicetak per seratus bola.

Angka bowling menggunakan over yang ditulis dalam notasi 6-bola standar, di mana desimalnya adalah hitungan bola, bukan pecahan: 9.3 over berarti 9 over dan 3 bola, yaitu 57 bola, yang setara dengan 9.5 dalam desimal. Alat mengonversi over Anda menjadi bola, lalu melaporkan economy rate = run yang diberikan / over (didesimalkan), bowling average = run yang diberikan / wicket, dan bowling strike rate = bola yang dilempar / wicket.

Semuanya dihitung secara lokal di browser Anda, sehingga tidak ada yang Anda masukkan dikirim ke mana pun. Kasus pembagian-dengan-nol ditangani dengan baik: pemukul dengan nol dismissal menampilkan “not out” daripada tak hingga, dan bowler dengan nol wicket menampilkan tanda hubung untuk average dan strike rate sambil tetap memberikan economy rate yang valid. Hitungan bola di atas 5 dalam desimal over ditolak, karena satu over hanya memiliki enam bola sah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana batting average dihitung?
Batting average = total run / jumlah dismissal (kali out). Innings not-out dikecualikan dari hitungan dismissal, itulah sebabnya pemukul dengan banyak not-out memiliki average lebih tinggi. Dengan nol dismissal, average tidak terdefinisi (“not out”).
Apa arti 9.3 over?
Dalam notasi 6-bola kriket, desimal menghitung bola, bukan persepuluhan: 9.3 over adalah 9 over dan 3 bola, atau 57 bola, sama dengan 9.5 dalam desimal sebenarnya. Alat mengonversi over menjadi bola sebelum menghitung tingkat.
Apa perbedaan antara economy dan bowling average?
Economy rate adalah run yang diberikan per over (run / over), mengukur seberapa ketat Anda bowling. Bowling average adalah run yang diberikan per wicket (run / wicket), mengukur biaya setiap wicket. Strike rate adalah bola per wicket.
Apa itu batting strike rate yang baik?
Strike rate = (run / bola yang dihadapi) × 100, yaitu run per 100 bola. Dalam Test cricket 50–60 stabil, dalam one-day cricket 80–100 kuat, dan dalam T20 strike rate jauh di atas 130 dihargai. Ini mengukur kecepatan mencetak skor, bukan konsistensi.

Alat lainnya